Sejarah DESA LENGKONG
Sebelum Tahun 1924 Desa lengkong terdiri dari Tiga Desa yaitu Desa Cikuda, Desa Lengkong, dan Desa Cijoged. Kemudian pada Tahun 1924 para tokoh mengadakan musyawarah atas dasar petunjuk dari Pemerintahan Belanda untuk menyatukan ketiga wilayah tersebut menjadi satu wilayah dengan cara di undi mengunakan potongan ranting dan terpilihlah Nama Desa lengkong untuk dijadikan Nama Desa dengan pimpinan dan atau kepala Desa pertama yang bernama Sardan yang dipilih secara demokrasi oleh masyarakat.
Sejak Tahun 1924 sampai dengan sekarang Desa Lengkong berkedudukan di Dusun Cijoged Post Rt. 16 Rw. 05.
Kebudayaan
Desa Lengkong, yang terletak di Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, memiliki kekayaan warisan budaya luhur yang mengakar kuat pada tradisi Sunda agraris. Salah satu tradisi tahunan yang paling melekat di masyarakat adalah adat Rumat Bumi atau Hajat Bumi, sebuah upacara ritual sebagai bentuk rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus doa keselamatan bagi seluruh warga desa. Dalam setiap sendi kehidupan masyarakatnya, Desa Lengkong aktif menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong melalui kearifan lokal, serta kesenian tradisional seperti Jaipongan, Calung, dan seni ketangkasan Domba Garut yang sering kali menjadi pemersatu warga dalam berbagai pesta rakyat dan perayaan hari besar.
Di tengah arus modernisasi, Pemerintah Desa Lengkong bersama tokoh adat dan kepemudaan terus berkomitmen menjaga kelestarian identitas budaya ini agar tidak lekang oleh waktu. Nilai-nilai silih asih, silih asah, silih asuh tidak sekadar menjadi semboyan, melainkan dipraktikkan nyata dalam kehidupan bertetangga dan pembinaan generasi muda. Melalui publikasi di website desa ini, Desa Lengkong membuka pintu selebar-lebarnya bagi wisatawan maupun peneliti yang ingin merasakan langsung kehangatan tradisi lokal yang harmonis, agamis, dan berbudaya, sekaligus menjadikan warisan leluhur ini sebagai pondasi kuat dalam membangun kemajuan desa di masa depan.
Daftar Kepala Desa Sebelumnya
| No | Nama Kepala Desa | Alamat | Masa Jabatan |
|---|---|---|---|
| 1 | Sardan | Cijoged | 1924 - 1928 |
| 2 | Murhim | Lengkong 1 | 1928 - 1932 |
| 3 | Tirta | Lengkong 2 | 1932 - 1945 |
| 4 | Nalan | Lengkong 2 | 1945 - 1946 |
| 5 | Mirta | Cijoged | 1946 - 1947 |
| 6 | Kasti | Lengkong 1 | 1947 - 1949 |
| 7 | Santa | Lengkong 2 | 1949 - 1950 |
| 8 | Nurdi | Cijoged | 1950 - 1976 |
| 9 | Muhammad Nasir | Cijoged | 1976 - 1985 |
| 10 | Sarlim | Tanggulun | 1985 - 1987 |
| 11 | A. Ulo. S | Lengkong 2 | 1987 - 1998 |
| 12 | H. Aswat | Lengkong 1 | 1998 - 2006 |
| 13 | Elan Suherlan | Cijoged | 2006 - 2012 |
| 14 | H. Atang Sukardi | Dusun Cikuda | 2012 - 2020 |
| 15 | Ade Nana Suryana | Lengkong | 2020 - 2026 |
* Data kepala desa dari tahun 1924 hingga sekarang
Visi & Misi DESA LENGKONG
Visi
Mewujudkan DESA LENGKONG yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera Berlandaskan Gotong Royong dan Nilai-Nilai Kearifan Lokal
Misi
- Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan dan akuntabel
- Mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis pertanian dan UMKM
- Memperkuat infrastruktur desa untuk mendukung pembangunan berkelanjutan
Peta Geografis DESA LENGKONG
Jelajahi wilayah DESA LENGKONG melalui peta interaktif berikut. Dapat melihat lokasi kantor desa, batas wilayah, dan area penting lainnya.
Profil Wilayah DESA LENGKONG
| Demografi | ||
|---|---|---|
| Keadaan Fisik/Geografis Desa. | ||
| Batas Wilayah | ||
| Sebelah Utara | : | Wantilan |
| Sebelah Timur | : | Marengmang |
| Sebelah Selatan | : | Jalupang |
| Sebelah Barat | : | Wantilan |
| Luas Wilayah | ||
| Luas wilayah | : | 1.693 ha |
| Tanah Sawah | : | 134 ha |
| Pemukiman dan Pekarangan | : | 52,8 ha |
| Tanah Tegalan, dan lain-lain | : | 110,7 ha |
Informasi Geografis
Akses & Transportasi
Akses Jalan
Jalan provinsi dan kabupaten yang mudah diakses
Transportasi Umum
Angkutan desa dan angkot tersedia
Jarak ke Kota
± 45 menit ke pusat Kabupaten Subang
Keadaan Topografi & Iklim
Topografi Wilayah
Kondisi Iklim
Iklim DESA LENGKONG mempunyai iklim kemarau dan penghujan, dengan rata-rata suhu udara 27-30°C serta intensitas curah hujan 2000-2200 mm/tahun, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di DESA LENGKONG.
Musim Kemarau
April - September
Musim Hujan
Oktober - Maret
Pengaruh terhadap Pertanian
Kondisi topografi dan iklim yang ada mendukung kegiatan pertanian dengan sistem pola tanam yang disesuaikan dengan musim. Lahan dataran digunakan untuk sawah dan tanaman pangan, sedangkan area perbukitan cocok untuk perkebunan.